Fahri Hamzah meminta Komnas HAM dan KPK dibubarkan

Dari informasi di dapatkan dari Situs Merdeka-com bahwa Fahri Hamzah menegaskan untuk membubarkan KPK dan Komnas Ham karena tidak berguna menurutnya.

Koalisi Komnas Ham melakukan investigasi terhadap 60 dari calon anggota Komnas Ham, ternyata ditemukan, calon anggota terindikasi kasus Korupsi.
dari beberapanya diduga sampai pernah melakukan kekerasan Seksual dan bahkan tergabung dalam kelompok radikal.

Wakil Ketua DPR "Fahri Hamzah" enggan mengkomentari hal tersebut, namun dia hanya menlontarkan ucapan dan pernyataan bahwa yang mengangap komnas ham sebagai semi lembaga dari negara sudah tidak diperlukan.

Fahri Hamzah menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Koalisi selamatkan Komisi Hak Asasi Manusia tidak diperlukan, dan dia meminta untuk kedua tersebut untuk segera dibubarkan.

"Komnas Ham seperti yang terjadi kepada KPK. ada tren, lembaga tersebut sebetulnya tidak diperlukan karena dasar negara itu sendiri telah mengalami Konsolidasi demokrasi dan penguatan instutinya secara baik, Ucap Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta pada Senin 03 Juli 2017.

Wakil DPR tersebut juga beranggapab Komnas Ham layak untuk dibubarkan karena tidak mungkin ada yang berani untuk melanggar hak asasi manusia, dan lagi dia menyatakan bahwa hak asasi manusia telah di urusi oleh kementrian Hukum dan HAM lewat dirjen HAM.

Fahri Hamzah ini mengusulkan, ada baiknya hak asasi manusia oleh dirjen HAM yang diubah menjadi lembaga baru dan tak berada di bawah Kemenkum Ham tentunya agar independen.

Maka dari itu Fahri Hamzah menyerukan untuk Presiden Joko Widodo untuk segera membubarkan, Komnas Ham, KPK dan sejumlah lembaga semi negara lainnya, dia menyebutkan ada sekitar 106 lembaga.

"gunanya lembaga itu buat apa ? ngehabisin Uang doang, termasuk Komnas Ham dan KPK karena ini ada fungsinya di dalam negara, makanya mereka menyebut State Auxiliary agency itu pada dasar nya fungsi ini ada di dalam negara namun kurang efektif, ini tidak diperlukan, sekarang kalau fungsinya tidak ada dalam negara yaa ngapain, mending dibubarkan saja, Ujarnya.

Melihat dari dalam segi integritas komnas ham menemukan lima orang terkait masalah pada Korupsi, sebelas orang tekait masalah kejujuran, delapan orang bermasalah dengan kekerasan seksual dan empat belas orang terlibat dalam isu keberagaman. Ujar Totok Yulianto dalam jumpa pers di cikini Jakarta pada tanggal 02 juli 2017.