Kebijakan Donald trump yang islam phobia

 sumber : youtube
Akhirnya Donald Trump kini terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-45. Donal Trump telah mengalahkan lawan nya Hillary Clinton, jagoan Partai Demokrat dalam pemilunya.
Terpilih nya Donald Trump memang sangat mengejutkan. Padahal, Trump dikenal sosok yang kontroversial. Selama kampanye Pilpres AS dan setidaknya ada tujuh kebijakan Donald Trump yang disebut 'Tegas'.
Kebijakan itu mungkin memicu kemarahan di seluruh dunia dan tak berharap Trump terpilih. Namun, tak disangka, kini Trump menjadi pemimpin di negara paling kuat di dunia.

Berikut 6 kebijakan 'gila' yang disampaikan Trump saat kampanye dikutip dari Mirror Online:

1. Melarang Muslim Masuk Amerika Serikat

Wow, Salah satu pernyataan paling kontroversial di kampanye Trump adalah  bersumpah untuk melarang semua muslim memasuki Amerika Serikat (Sepeti islamphobia).
Rencana ini mengundang kecaman luas dari partainya sendiri. Mike Pence , Cawapres Trump, menyebutnya "ofensif dan tidak konstitusional" Pence pun  mengklaim, Trump tidak ingin menerapkan larangan tersebut.

2. Perang dagang dengan China

Salah satu tindakan pertama Trump sebagai Presiden adalah perang dagang dengan China. Kondisi ini tak lepas atas hilangnya pekerjaan manufaktur di Amerika.
Dia mengancam akan mengenakan biaya mahal pada impor China dan Meksiko. Saat ini, Amerika membeli lebih dari Cina daripada yang mereka jual, dan kesenjangan yang melebar.
Dia berpendapat bahwa pajak dari 45% pada barang-barang China akan menaikkan miliaran dolar dan membawa pekerjaan manufaktur kembali ke Amerika.
Namun, para ahli telah memperingatkan bahwa pajak yang curam, atau tarif, akan menyebabkan lonjakan harga bahan pokok.
Beberapa memprediksi bahwa China akan membalas, pajak barang-barang Amerika dan memicu perang dagang semua keluar. Sebuah perseteruan antara dua ekonomi terbesar di dunia bisa memiliki konsekuensi ekonomi yang menghancurkan seluruh dunia.

3. Membangun Dinding Pembatas AS-Meksiko

Pernyataan lainnya adalah akan membangun dinding pembatas di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, sekira 1.900 mil.Tinggi dinding pembatas sekira 35 sampai 50 kaki. Ini dimaksudkan untuk menghentikan aliran imigran gelap dari Meksiko.
Baca juga Fakta Unik antara kartun Simpsons dan kemenangan Donal Trump menjadi presiden AS

4. Menghapus Obamacare

Trump mengatakan bahwa ia akan menghapuskan Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal dengan  Obamacare.
Sebagai gantinya, Trump ingin peran yang lebih besar untuk penghematan bebas pajak dalam membayar asuransi kesehatan.
Obamacare tersedia jutaan orang Amerika dengan asuransi kesehatan yang terjangkau, tetapi sangat tidak populer di kalangan konservatif, yang melihatnya sebagai campur tangan pemerintah dalam pasar bebas.
Obamacare dinilai telah mendorong biaya perawatan, memaksa orang untuk membeli asuransi kesehatan dan menyebabkan penjatahan perawatan.
Trump, bersama dengan sebagian besar dari Partai Republik, ingin melihat peran yang lebih besar untuk perusahaan swasta dalam pelayanan kesehatan. Ia berencana untuk meningkatkan persaingan di industri dengan memungkinkan perusahaan untuk menjual asuransi kesehatan lintas negara.

5. Melarang Penggunaan Dana Federal untuk Membayar Aborsi

Trump turut fokus pada isu aborsi. Pada Maret 2016, Trump menilai harus ada semacam hukuman bagi perempuan yang melakukan aborsi.
Namun dua hari kemudian, dia mengubah pandangannya. Dikatakan, bahwa ia tidak akan mengubah undang-undang federal, meninggalkan masalah hingga masing-masing negara.
Mike Pence menegaskan, Trump ingin secara permanen melarang penggunaan dana federal untuk membayar aborsi, kecuali dalam kasus-kasus inses atau pemerkosaan, atau untuk menyelamatkan nyawa ibu.

6. Kepemilikan Senjata

Trump enggan membatasi kepemilikan senjata, dan telah bersumpah untuk mencalonkan hakim Mahkamah Agung yang akan membela hak-hak kepemilikan senjata.
Banyak politisi Partai Republik yang sangat mendukung membela Amandemen Kedua, yang menjamin hak Amerika untuk "menjaga dan memiliki senjata."
Kandidat Partai Republik menentang larangan penggunaan senjata untuk perang, dan telah menerima dukungan dari National Rifle Association.
Dia menyalahkan penembakan massal, seperti pembunuhan bermotif rasial di Charleston, Carolina Selatan.
Namun, Trump telah menyerukan larangan penjualan senjata ke orang-orang teroris sesuai kebijakan yang ditentang oleh National Rifle Association.